Shalat Witir Sesuai dengan Fiqih

Dalam Islam, sholat banyak jenisnya yakni wajib dan sunnah. Pelaksanaannya pun juga berbeda-beda bergantung pada pilihannya. Umat muslim tentu harus mengetahui perbedaan dan tata caranya agar tidak keliru. Caranya ialah mempelajari fiqih ibadah dengan benar.

Shalat Witir Sesuai dengan FiqihFiqih Pelaksanaan Sholat Witir

Sholat witir ialah salah satu ibadah sunnah yang dapat dikerjakan setiap hari meskipun populernya di kala selesai tarawih saja. Untuk tata cara dan doanya bisa mengunjungi Media Pelajaran Fiqih Online dan berikut informasi singkat mengenai hal tersebut:

1. Dikerjakan Dalam Jumlah Ganjil
Salah satu ciri utama dari sholat witir ialah dikerjakan dengan jumlah ganjil mulai dari 1 hingga maksimal 13 rakaat. Pembagiannya ialah dengan dua kali berdiri dan satu salam dimana akan diakhiri takbir dan tasyahud awal sebanyak satu rakaat saja.
Hal ini sesuai contoh dari Nabi Muhammad yang melaksanakan ibadah witir dalam jumlah ganjil serta memisahnya dengan dua rakaat per salamnya. Untuk itu, ketahuilah tata caranya dengan benar agar tidak keliru dalam pelaksanaannya.

2. Dikerjakan Sebagai Penutup Sholat Malam
Dalam fiqih, pelaksanaan shalat witir berguna untuk penutup dari rangkaian kegiatan ibadah malam terutama di sepertiga waktu. Contohnya seperti tahajud, hajat, taubat, dan lain sebagainya.
Hal ini tentu saja berdasarkan contoh nyata dari Rasulullah yang mana terbiasa menutup rangkaian ibadahnya dengan mengerjakan shalat witir. Oleh sebab itu, dianjurkan mengerjakannya sesuai praktik dari beliau.

3. Hukum Shalat Witir
Hukum shalat witir ialah sunnah muakkad dimana artinya memang tidak diwajibkan untuk dikerjakan namun sebaiknya tetap dilaksanakan. Hal ini karena pengerjaannya dapat menambal dan melengkapi dari ibadah fardhu.
Selain itu, Rasul pun menggunakan shalat witir sebagai penutup dari rangkaian ibadah malamnya seperti hajat, tahajud, taubat, dan lain sebagainya. Maka dari itu, meskipun bersifat sunnah namun dianjurkan untuk dikerjakan secara istiqomah.

Shalat witir seringkali dikenal ketika bulan Ramadhan karena pelaksanaannya digabungkan setelah mengerjakan tarawih. Namun, ternyata ibadah sunnah ini sebaiknya tetap dikerjakan setiap hari sebagai penutup ibadah malam seperti tahajud.

Itulah tadi ulasan singkat mengenai fiqih pelaksanaan shalat witir. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari informasi tentang hal tersebut. Untuk ilmu lebih lengkap bisa membaca panduan baik dari internet maupun buku karangan ulama shahih.

News Reporter